Jumat, 30 April 2010

Sapi Simbrah - Perpaduan Dua Sapi Unggul

Pada akhir tahun 1960-an, tidak lama setelah masuknya sapi Simental ke Amerika Utara, beberapa peternak sapi mulai mengembangkan gagasan menciptakan jenis sapi yang dapat hidup di iklim sub-tropis Kawasan Gulf Coast Amerika Serikat. Mereka tidak hanya menginginkan trah sapi yang dapat hidup di kawasan selatan tapi juga mampu memenuhi tuntutan pasar. Akhirnya, mereka berhasil mendapatkan jenis sapi pedaging unggul dari perkawinan silang dua trah sapi paling terkenal di dunia, yaitu sapi Simental dan sapi Brahma, yang diberi nama sapi Simbrah.

Perkawinan silang kedua trah sapi yang sangat berbeda ini memanfaatkan keunggulan kedua trah sapi ini dan meningkatkan heterosis berkat perbedaan genetik yang ekstrem. Penggabungan keunggulan trah sapi Brahma, seperti umur panjang, ketahanan terhadap panas, ketahanan terhadap caplak dan penyakit, ketahanan fisik, kemampuan merumput dan kemudahan beranak dengan karakteristik unggul trah sapi Simental seperti kesuburan, produksi susu, pertumbuhan yang cepat, dan kedewasaan seksual dini ini menghasilkan trah sapi baru - Simbrah.

Meskipun telah dilakukan eksperimen dengan Bos Indicus (sapi India) dan Bos Taurus (sapi Eropa) pada akhir tahun 1960-an, sapi Simbrah pertama yang dihasilkan baru didaftarkan pada tahun 1977. Dengan sistem pencatatan terbukanya, Perhimpunan Peternak Sapi Simental Amerika Serikat (the American Simmental Association) menyadari bahwa trah sapi Simbrah sebaiknya dimasukkan dalam buku catatan sapi Simental daripada dimasukkan dalam buku catatan tersendiri. Pada tahun 1977, pencatatan sapi Simbrah disetujui oleh para anggota perhimpunan ini, di mana para peternak mendaftarkan 700 sapi pada tahun pertama terbentuknya organisasi peternak ini. Pada tahun berikutnya tercatat 1.100 sapi lagi, dan dalam lima tahun pertama lebih 3.000 sapi Simbrah didaftarkan dan dicatat setiap tahun.

Ada dua kategori sapi Simbrah yang diakui pada buku catatan silsilah sapi, yaitu mendekati murni (purebred) dan peranakan (percentage). Sapi Simbrah trah mendekati murni memiliki 5/8 ciri genetik sapi Simental dan 3/8 ciri genetik sapi Brahma, sedangkan sapi Simbrah trah peranakan harus memiliki minimum 3/8 ciri genetik sapi Simental dan 1/4 ciri genetik sapi Brahma. Variabel lain sebagai tambahan rumus trah mendekati murni adalah ?1/16 ciri genetik mengambang trah lain? yang memungkinkan peternak menambah 1/16 ciri genetik trah lain agar sapi Simbrah cocok dengan program dan keadaan lingkungan mereka.

Pada mulanya, para peternak menamakan sapi hasil perkawinan silang antara sapi Simental jantan dan sapi Brahma betina ini sapi ?Brahmental? dan menggunakan nama ini pada sertifikat pendaftarannya, tapi karena peternak yang pertama kali mengawinsilangkan kedua sapi ini menyatakan dialah yang berhak memberikan nama untuk trah sapi baru tersebut dan mengajukan keberatan pada tahun 1977, ASA mengganti nama sapi tersebut menjadi Simbrah. Ini merupakan trah sapi yang sekarang terkenal di seluruh dunia. Trah sapi baru ini dikenal sebagai sapi Simbrah di sebagian besar negara tapi juga dinamakan sapi ?Simbra? di Afrika Selatan dan sapi ?Simbrasil? di Brazil.

Pada musim semi 1993, Simbrah International diterbitkan dengan bantuan ASA Publication, Inc. Majalah empat warna ini diterbitkan tiga kali setahun sampai tahun 1996 ketika majalah ini mulai diterbitkan setiap enam bulan sekali. Pada musim gugur 1997, majalah ini mengalami perubahan tampilan dan diberi nama baru. American Simbrah menjadi media iklan bagi para peternak sapi Simbrah dan sekarang terbit empat kali setahun.

Di bawah payung Perhimpunan Peternak Sapi Simental Amerika Serikat (American Simmental Association), sekarang sapi Simbrah diawasi dengan standar keunggulan yang sama ketatnya dengan sapi Simental dan dimasukkan dalam program keunggulan karkas inovatif ASA.

Sapi Simbrah memadukan keunggulan genetik dua trah sapi paling terkenal di dunia, yang keunggulannya dapat diandalkan dan menjadi andalan trah sapi baru ini dalam bisnis sapi pedaging.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
http://www.simmental.org
http://www.simbrah.com/446p.pdf

Kamis, 15 April 2010

Sapi Brahma

Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah dibahas sapi Simental dan sapi Simbrah, hasil perkawinan silang sapi Simental dan sapi Brahma, sekarang saya akan menampilkan tulisan mengenai sapi Brahma.

Dari namanya, Brahma, orang mungkin langsung membayangkan kemungkinan hubungan antara sapi jenis ini dengan agama Hindu atau negeri India. Untuk membuktikan apakah bayangan ini benar atau tidak, bagian selanjutnya dari tulisan ini akan membahas sejarah sapi Brahma dan kemudian menguraikan karakteristiknya.

Sapi Brahma merupakan keturunan dari sapi Bos indicus yang berasal dari India. Setelah ratusan tahun menghadapi kekurangan persediaan pakan, hama serangga, parasit, penyakit dan cuaca tropis ekstrim di India, sapi asli India ini mengalami beberapa adaptasi yang luar biasa sehingga mampu bertahan hidup. Sapi ini merupakan "sapi suci India," dan orang Hindu umumnya tidak memakan daging sapi ini, tidak memperbolehkan penyembelihannya, dan tidak menjualnya. Kenyataan ini, ditambah lagi dengan peraturan karantina di Amerika Serikat, menyulitkan usaha mengimpor sapi dari India ke negara ini.

Berawal dari sekitar 266 sapi jantan dan 22 sapi betina dari beberapa jenis Bos indicus (sapi India) yang diimpor ke Amerika Serikat dari tahun 1854 sampai 1926, sekarang sapi Brahma telah mencapai keunggulan adaptivitas lingkungan, umur yang panjang, kemampuan mengasuh anak dan produksi daging yang efisien. Jenis sapi India yang pada mulanya dibawa ke Amerika Serikat tersebut adalah sapi Kankrej atau Gujarat, sapi Nelore atau Ongole, sapi Gir, dan sapi Krishna. Keempat jenis sapi India inilah yang digunakan dalam proses seleksi untuk menghasilkan sapi pedaging unggul jenis baru, sapi Brahma.

Impor sapi India pertama dilakukan pada tahun 1854, ketika petani tebu dan kapas, Richard Barrow dari St. Francisville, Louisiana, diberi hadiah dua ekor sapi jantan oleh Pemerintah Inggris atas jasanya dalam mengajarkan cara produksi kapas dan tebu kepada para pejabat Inggris yang mulai memperkenalkan tanaman ini di kawasan delta India.

Pada tahun 1924, Himpunan Peternak Sapi Brahma Amerika (The American Brahman Breeders Association, ABBA) dibentuk. J.W. Sartwelle dari Houston menjadi sekretaris pertama organisasi ini dan dialah yang mengusulkan nama "Brahma" dan nama ini kemudian dijadikan nama sapi jenis baru tersebut.

Ciri khas sapi Brahma Amerika ini adalah punuk besar di pundak dan gelambir yang menggantung di leher sampai perutnya. Telinga sapi Brahma lebih besar daripada telinga sapi Eropa (Bos taurus). Sapi Brahma jantan bisa mencapai bobot hidup 800 hingga 1.100 kilogram dan berat sapi Brahma betina bisa 500 hingga 700 kilogram. Saat lahir, anak sapi Brahma berbobot 30 to 33 kilogram. Sapi Brahma Amerika dikenal sebagai sapi yang jinak dan cerdas. Sapi ini suka diperhatikan dan bisa jadi sangat jinak. Sapi ini cepat tanggap terhadap perlakuan yang diterimanya, baik atau pun buruk.

Warna sapi ini bisa kelabu, merah, atau kelabu kehitaman. Sapi Brahma jantan berwarna lebih gelap daripada sapi Brahma betina. Pada bagian hidung, ujung telinga, dan kuku sapi Brahma terdapat pigmentasi hitam. Pada dasarnya, sapi Brahma adalah jenis sapi bertanduk, tapi ada juga sebagian sapi Brahma yang tidak bertanduk.

Sapi Brahma betina merupakan induk yang sangat baik, yang memberikan perlindungan dan banyak susu bagi anaknya. Anak sapi Brahma cenderung mencapai berat badan yang tinggi pada masa sapih karena banyaknya susu yang diberikan induknya. Di beberapa negara, khususnya Amerika Selatan, sapi Brahma dipelihara untuk menghasilkan susu dan daging.

Selain itu, dibandingkan dengan sapi Eropa, sapi Brahma lebih tahan terhadap panas. Ketahanan terhadap panas ini dihasilkan berkat rendahnya temperatur internal yang dihasilkan di dalam tubuhnya. Sapi ini memiliki lebih banyak kelenjar keringat dan kulitnya berminyak, berbulu pendek dan tebal. Kulit yang halus berminyak ini diperkirakan berperan mengusir serangga.

Sekarang, sapi Brahma tidak hanya tersebar di berbagai penjuru Amerika tapi juga sudah tersebar luas di berbagai belahan dunia.

Referensi:
http://www.brahman.org/
http://en.wikipedia.org/wiki/Brahman_(cattle)
http://www.cattle.com/articles/title/Brahman+Cattle.aspx
http://www.ansi.okstate.edu/breeds/

Kamis, 01 April 2010

Spesifikasi Standar Kambing Boer

Perhimpunan Peternak Kambing Boer Amerika (ABGA, American Boer Goat Association) telah menetapkan spesifikasi standar kambing Boer murni. Spesifikasi standar tersebut adalah sebagai berikut:

Kepala

Kepala besar dan kokoh dengan mata coklat dan penampilan yang gagah. Hidung dengan lengkung yang bagus, lubang hidung lebar, dan bentuk mulut yang bagus dengan kedua rahang berhadapan rapi. Rahang atas maupun rahang bawah tidak ada yang menonjol ke depan sejak lahir sampai umur 24 bulan. Setelah umur 24 bulan, tonjolan rahang bawah tidak lebih dari ? inci. Rahang atas dan bawah yang saling berhadapan pas lebih bagus. Gigi-gigi tumbuh dengan posisi berurutan dan rapi. Dahi harus menonjol dan membentuk lengkung simetris yang menghubungkan hidung dan tanduk. Kedua tanduk berwarna gelap, bundar, kokoh, panjang sedang, terletak tidak begitu berjauhan dan melengkung bertahap ke belakang sebelum membelok simetris keluar. Kedua telinga terjuntai lemas ke bawah dengan panjang sedang.
Penyimpangan: Dahi cembung, tanduk lurus, rahang terlalu runcing, rahang atas atau rahang bawah terlalu menonjol ke depan.
Diskualifikasi: Mata biru, telinga berlipat memanjang, telinga pendek, rahang atas menonjol ke depan atau rahang bawah menonjol ke depan lebih dari ? inci.

Leher dan Badan Bagian Depan
Panjang leher sedang dan sebanding dengan panjang badan. Badan bagian depan padat, berotot, dan ruas kaki depan terhubung dengan baik dan berpadu mulus dengan badan. Dada lebar. Bahu padat berisi, sangat serasi dengan bagian badan lainnya serta berpadu mulus dan terhubung dengan gumba. Gumba lebar, bundar dan tidak tajam. Kedua kaki depan kokoh, kedudukan pas dan sebanding dengan kedalaman badan. Sendi pasterna kokoh dan kuku berbentuk normal dan segelap mungkin.
Penyimpangan: Leher terlalu pendek atau terlalu kecil; bahu terlalu goyah dan terdapat cacat atau kelainan struktural pada kaki depan, otot, tulang, sendi, atau kuku yang meliputi tapi tidak terbatas pada lutut goyah, kaki bengkok, kuku bengkok ke luar atau ke dalam, kuku renggang, lutut kaku, kaki cekung, pasterna lurus atau lemah.

Badan
Badan padat berisi: panjang, dalam dan lebar. Rusuk memgembang. Pinggang berotot, lebar dan panjang. Garis punggung relatif lurus dan kokoh dan bahu bundar dengan otot padat berisi dari bahu sampai pinggul.
Penyimpangan: Badan cekung atau punggung melengkung; dada terlalu sempit atau dangkal atau rata; bahu lemah; punggung dan pinggang kurang berotot, lingkar dada pendek.

Badan Bagian Belakang
Punggung belakang lebar, panjang dan bulat. Pinggul dan paha berotot dan bulat. Pangkal ekor berada di tengah dan lurus. Bagian ekor lainnya melengkung ke atas atau ke samping. Kaki kokoh dan membentuk poros lurus dari pinggul (tulang duduk) melalui sendi kaki belakang, sendi kuku, dan pasterna. Kuku berbentuk normal dan segelap mungkin.
Penyimpangan: Pasterna lemah, pasterna lurus, punggung bagian belakang terlalu pipih, sendi kaki belakang terlalu bengkok, sendi kaki kedua kaki belakang terlalu berjauhan, sendi kaki belakang terlalu lurus.
Diskualifikasi: Ekor miring

Kulit dan Bulu

Kulit longgar dan lentur. Kelopak mata dan bagian lainnya yang tidak berbulu berpigmen. Bagian tak berbulu di bawah ekor minimal 75% berpigmen: berpigmen 100% lebih disukai. Bulu pendek mengkilap sangat disukai. Sedikit bulu halus dapat diterima selama musim dingin, terutama di daerah berhawa dingin.
Penyimpangan: Bulu terlalu panjang atau terlalu kasar.
Diskualifikasi: Pigmentasi kulit tidak memadai.

Organ Reproduksi Kambing Boer Betina
Kambing Boer betina memiliki ambing berbentuk normal yang menempel sempurna dengan jumlah puting fungsional masing-masing tidak lebih dari dua di kiri dan di kanan. Puting bercabang berupa dua puting dan lubang terpisah di mana minimal 50% dari badan puting terpisah masih dapat ditolerir tapi puting tak bercabang lebih disukai. Yang paling penting adalah ambing terletak sedemikian rupa sehingga anak kambing dapat menyusu tanpa bantuan. Kambing betina yang telah melahirkan atau yang sedang bunting harus sudah melahirkan atau bunting pada umur 24 bulan.
Penyimpangan: Ketidaknormalan atau kelainan ambing dan puting mencakup tapi tidak terbatas pada puting terlalu besar atau bulat dan ambing menggantung.
Diskualifikasi: Puting berdempet, puting bengkok atau kambing betina belum pernah melahirkan atau memperlihatkan tanda-tanda kebuntingan pada umur 24 bulan.

Organ Reproduksi Kambing Boer Jantan
Kambing Boer jantan memiliki dua testis besar berbentuk normal, fungsional, dan berukuran sama pada satu skrotum dengan belahan tidak lebih dari 2 inci pada ujung skrotum.
Diskualifikasi: Testis tunggal. Testis terlalu kecil. Testis tidak normal atau sakit; belahan skrotum terlalu panjang.

Kolorasi atau Pola Warna
Kambing Boer umumnya berbulu putih pada badan dan berbulu merah pada bagian kepala. Namun demikian, tidak ada kolorasi atau pola warna bulu yang lebih disukai.

Referensi:
http://www.abga.org/page.php?pageid=8

Rabu, 24 Maret 2010

Cara Pemeliharaan Kerbau

Kerbau dipelihara dengan cara yang sangat berbeda di seluruh dunia. Cara pemeliharaan ini tergantung pada keadaan geografis dan tujuan peternakan kerbau tersebut. Terdapat berbagai cara pemeliharaan kerbau, mulai dari pemeliharaan kerbau sebagai ternak multi-guna yang dipelihara di halaman belakang rumah sampai pemeliharaan kerbau sebagai penghasil susu dengan sistem peternakan modern.

Peternakan kerbau bisa menjadi bisnis yang menguntungkan kalau dikelola dengan benar. Meskipun jenis kandang mungkin berbeda di negara yang berbeda akibat perbedaan iklim, luas kandang yang disediakan untuk kerbau sangat penting. Vaksinasi dan pemberian obat cacing harus dilakukan agar kerbau sehat. Kerbau harus dipelihara sebagai modal hidup yang berharga. Dengan pemeliharaan yang benar, peternakan kerbau sangat menguntungkan. Dengan menentukan pada saat kelahiran apakah seekor anak akan dijadikan ternak penghasil susu atau daging, pemeliharaan yang tepat lebih mudah dilakukan dan lebih murah. Dengan demikian, peternak dapat memisahkan kerbau yang akan dijadikan penghasil susu dan kerbau yang akan dijadikan kerbau pedaging. Bagaimanapun bagusnya potensi genetik kerbau, tidak ada kerbau yang akan memperlihatkan hasil memuaskan bila tidak dipelihara dan diberi pakan dengan benar.

Kandang kerbau harus dapat melindungi kerbau dari stres panas - terutama keterpaparan langsung terhadap sinar matahari, hujan lebat dan cuaca dingin. Kandang juga harus dilengkapi sistem ventilasi yang memadai. Karena itu, kandang bisa berbeda di negara yang berbeda akibat perbedaan iklim. Di bawah ini beberapa pertimbangan dan solusi saat merencanakan pembangunan kandang kerbau di daerah beriklim panas dan dingin. Pada setiap kandang harus disediakan ruang yang cukup untuk masing-masing kerbau. Halaman luar kandang sebaiknya tertutup rumput atau beton agar tidak menjadi kubangan yang tidak sehat di musim hujan.

Kerbau mungkin terlihat gelisah di lingkungan yang panas dan lembab. Kerbau berkulit gelap dan memiliki sedikit kelenjar keringat sehingga relatif tergantung pada air untuk menyejukkan badannya. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Kerbau yang terlindung dari cahaya matahari langsung bisa hidup dengan baik dalam cuaca panas dan lembab karena mereka mampu melepaskan panas melalui saluran pernapasan.

Kerbau dengan tingkat produksi daging atau susu yang tinggi memerlukan asupan pakan yang banyak sehingga menyebabkan produksi panas metabolisme yang lebih tinggi. Dengan demikian, kerbau dengan produktivitas tinggi kurang mengntungkan dibandingkan dengan kerbau dengan produktivitas rendah karena memerlukan lebih banyak fasilitas penyejuk. Berikut ini hal-hal yang perlud dipertimbangkan sebelum membangun kandang kerbau.

1. Tempat pakan dan air harus selalu teduh dan terlindung dari hujan lebat baik oleh pepohonan atau pun atap.
2. Air yang sejuk baik dari sungai yang jernih atau pun yang disediakan dalam ember membantu kerbau menjaga suhu badannya. Tempat air harus selalu diletakkan di tempat yang teduh.
3. Padang rumput yang diselingi pepohonan merupakan fasilitas perlindungan yang sangat murah dan efektif dari sinar matahari.
4. Kandang dengan konstruksi sederhana yang hanya diberi atap. Di daerah beriklim panas dan lembab kandang ini sebaiknya tidak diberi dinding. Dinding bisa menghambat ventilasi dan menyebabkan perkembangan bakteri dan pertumbuhan jamur sehingga kandang jadi tidak sehat. Untuk melindungi bagian dalam kandang dari cahaya matahari terik atau hujan lebat, tirai yang terbuat dari jerami, kain atau bahan lainnya dapat digunakan.
5. Penyediaan tempat berkubang. Namun demikian, kubangan ini harus berair bersih (bukan air limbah kotor yang membahayakan kesehatan) dan tidak jauh dari kandang.
6. Menyiram kerbau dengan air sejuk selama 3 menit dua kali sehari terbukti efisien untuk membuang kelebihan panas badan kerbau.

Untuk pembuatan kandang kerbau di daerah yang beriklim dingin perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.

1. Kandang harus melindungi kerbau dari hujan, salju dan angin kencang. Kandang dapat dibuat dengan konstruksi sederhana dilengkapi atap dan tiga dinding. Kandang seperti ini memungkinkan kerbau keluar untuk merumput ketika cuaca memungkinkan. Di dalam kandang harus disediakan tempat pakan cadangan apabila cuaca buruk selama beberapa hari.
2. Lantai kandang yang kering dan bersih sangat penting di daerah berhawa dingin untuk menjaga kesehatan kerbau.
3. Di daerah beriklim sangat dingin seperti kawasan Kaukasia dan Balkan di mana musim dingin dengan suhu di bawah nol derajat Celsius berlangsung selama beberapa bulan, kandang perlu dilengkapi alat pemanas ruangan.

Anak kerbau harus ditempatkan di kandang individu selama satu bulan. Kandang ini harus mudah dibersihkan, dilengkapi pelindung dari sinar matahari langsung, hujan, salju dan kekeringan. Dengan menempatkan anak kerbau di kandang individu lebih mudah memantau apakah mereka makan dan tumbuh dengan normal dan mendeteksi penyakit. Selain itu, kasus menyusu keliling (naval suckling) bisa dicegah dan penularan penyakit lebih sulit.

Anak kerbau harus selalu dapat memperoleh air segar dan bersih. Sebaiknya, tempat air diletakkan di luar kandang di tempat yang stabil dan mudah dijangkau anak kerbau. Dengan demikian, air minum ini tidak berceceran di lantai kandang. Lantai kandang yang lembab akan mendorong pertumbuhan kuman dan parasit. Kandang harus dilengkapi tempat rumput dan pakan konsentrat. Wadah pakan ini harus diletakkan di atas lantai sehingga anak kerbau tidak akan menginjak atau membuang kotoran ke dalamnya.

Kerbau harus diperiksa setiap hari untuk mengetahui adanya luka atau penyakit. Luka terbuka menjadi tempat sempurna pertumbuhan segala jenis bakteri! Yang harus diperiksa bukan hanya kerbau betina tapi juga kerbau dara, anak kerbau dan kerbau jantan. Kaki pincang dan luka besar lebih mudah diperiksa daripada luka gores. Kaki pincang mungkin disebabkan oleh cedera pada kuku, kaki atau punggung. Dengan meraba seluruh badan kerbau, lokasi cedera dapat diketahui.

Luka besar maupun kecil harus diperhatikan. Luka berdarah mungkin perlu pertolongan dokter hewan walaupun hal ini jarang terjadi. Luka harus dibersihkan dengan hati-hati. Gunakan air bersih dan sabun yang lembut. Pembersihan harus dilakukan dengan tangan dan kain bersih serta dilakukan perlahan-lahan. Bahan kimia seperti etanol dan yodium mungkin menyakitkan. Kerbau yang luka sebaiknya dimasukkan ke tempat perawatan terpisah.

Mengamati tahi kerbau adalah cara mudah untuk mendeteksi penyakit dalam. Kalau tahinya terlihat berbeda dari biasanya, peternak harus waspada. Kalau kerbau tidak makan sebagaimana mestinya atau terlihat lesu, ini mungkin gejala penyakit. Kalau kerbau memperlihatkan gejala seperti ini, sebaiknya dilakukan pengukuran suhu dubur. Suhu dubur normal adalah 38 hingga 39 derajat Celsius. Kalau suhu duburnya lebih tinggi, kerbau mungkin mengalami infeksi dan peternak harus segera menghubungi dokter hewan. Semakin cepat luka atau infeksi ditangani, semakin kecil risiko kerbau jatuh sakit.

Di daerah tropis dan subtropis, parasit, caplak dan nyamuk bisa menjadi masalah besar. Parasit dalam bisa menyebabkan gangguan fungsi saluran pencernaan dan mengurangi nafsu makan. Caplak dan nyamuk menyebabkan kegelisahan dan kerusakan pada kulit yang pada gilirannya dapat menyebabkan peradangan. Bahan kimia dan obat untuk memberantas parasit harus digunakan sebagai langkah pencegahan dan hanya bila diperlukan. Kelemahan penggunaan bahan kimia dan obat adalah kemungkinan pengaruh negatifnya terhadap daging dan susu yang dihasilkan sehingga membahayakan manusia.
Bahan kimia pemberantas parasit harus disemprotkan ke badan kerbau. Penyemprotan ini harus dilakukan dengan teliti agar tidak mengenai mata dan organ kelamin kerbau. Untuk penanggulangan parasit di sekitar wajah dan alat kelamin sebaiknya menggunakan busa yang dibasahi bahan kimia tersebut.

Ada beberapa jenis vaksin yang tersedia untuk pencegahan penyakit yang sering dialami kerbau. Program vaksinasi umumnya lebih efisien bila dilakukan pada anak kerbau dan setelah itu diberikan sebagai penguat setiap jangka waktu tertentu.
Kerbau rentan terhadap penyakit yang sama dengan penyakit yang dialami sapi. Penyakit ini lebih berbahaya bagi kerbau yang hidup di lingkungan yang tidak sehat. Untuk melindungi kerbau dari kemungkinan terserang penyakit, mereka harus diberi vaksin dan obat cacing secara berkala. Semua kerbau harus diperiksa secara berkala oleh dokter hewan untuk mengurangi risiko penyakit.

Di Italia, semua kerbau diperiksa setiap enam bulan untuk mengetahui kemungkinan berjangkitnya tuberkulosis, bruselosis dan leukosis. Kerbau yang sakit harus segera dipisahkan dari kerbau lainnya.

Referensi:
http://www.milkproduction.com/Library/Articles/Buffalo_Milk_Production_Chapter_3_Overall_management_of_the_buffalo.htm

Karakteristik Khas Kerbau

Secara umum, kerbau ternak, Bubalus bubalis, terdiri dari dua jenis, yaitu kerbau sungai dan kerbau rawa. Kerbau rawa banyak terdapat di Asia Tenggara dan digunakan sebagai hewan pekerja. Nama ini diberikan berdasarkan habitat alami kerbau jenis ini yang berupa rawa atau tanah basah. Kerbau rawa mirip dengan kerbau liar dalam karakteristik morfologisnya. Baru-baru ini, potensinya sebagai penghasil daging telah ditemukan. Sebagian kerbau rawa lebih besar daripada kerbau rawa lainnya. Kerbau rawa menghasilkan sangat sedikit susu dan tidak digunakan sebagai penghasil susu. Namun demikian, persilangan antara kerbau sungai dan kerbau rawa telah dilakukan di Thailand, Filipina, Vietnam, dan Cina dalam skala besar. Kerbau hasil persilangan ini merupakan hewan pekerja yang kuat, menghasilkan daging bermutu tinggi dan menghasilkan lebih banyak susu dibandingkan dengan induknya.

Kerbau sungai banyak dijumpai di India, Pakistan, Bulgaria, Hungaria, Turki, Italia dan Mesir. Kerbau sungai juga terdapat di Brazil dan Kaukasia. Kerbau sungai lebih suka berendam di air bersih dan sungai sehingga diberi nama kerbau sungai. Kerbau sungai telah diseleksi untuk produksi susu dalam skala besar dan sebagian jenis kerbau seperti kerbau Murrah, Nili-Ravi dan jenis kerbau lainnya khusus diternakkan untuk produksi susu. Masyarakat India, Pakistan, Italia dan Mesir sudah biasa mengkonsumsi susu kerbau. Penelitian kerbau di negara-negara ini sudah banyak dilakukan.

Perilaku alami kerbau telah diteliti di antara kerbau-kerbau rawa liar di Wilayah Australia Utara. Pengetahuan mengenai perilaku alami kerbau sangat membantu peternak menentukan cara pemeliharaan dan pemberian pakan dalam peternakan komersial.

Jenis formasi kelompok yang berbeda dapat dilihat di antara kerbau-kerbau liar. Formasi kelompok terkuat adalah klan. Satu klan terdiri dari beberapa induk dan anak-anaknya; satu klan bisa juga terdiri dari beberapa keturunan kerbau. Dalam suatu klan, semua kerbau saling kenal. Satu kelompok terdiri dari beberapa klan. Tergantung pada besarnya, dalam suatu kelompok para kerbau tidak begitu saling kenal sebagaimana dalam suatu klan. Satu kawanan terdiri dari beberapa kelompok. Klan, kelompok dan kawanan hanya terdiri dari kerbau betina dan anak jantan berumur hingga dua atau tiga tahun. Pada umur dua atau tiga tahun ini, kerbau jantan diusir dari klan dan kelompoknya. Kelompok-kelompok ini cukup longgar dan bervariasi besarnya. Ada kelompok yang terdiri dari satu kerbau jantan dan ada juga kelompok yang terdiri dari banyak kerbau jantan.

Satu kelompok kerbau tinggal dan bermalam bersama di satu kamp. Dekat kamp biasanya terdapat timbunan tahi kerbau. Ini merupakan tempat kerbau membuang kotorannya. Ketika hari sangat panas kerbau mulai berkubang. Kubangan ini bisa berupa lubang lumpur dengan hanya sedikit air di dalamnya atau telaga yang lebih besar atau sungai dengan air yang dalam dan bersih. Kubangan ini bisa digunakan bersama oleh satu kelompok atau bahkan satu kawanan, tergantung besarnya kubangan.

Pada musim kemarau, kerbau betina dan anak kerbau terpisah dari kerbau jantan. Kerbau betina dan anak kerbau berkumpul di lokasi yang banyak airnya, pakan hijauan dan pohon pelindung. Kerbau-kerbau jantan berkumpul di padang rumput terbuka yang rumputnya kering. Pada awal musim hujan, kerbau jantan dan kerbau betina berkumpul untuk kawin.

Kerbau dianggap sebagai hewan yang tenang dan jinak. Perilaku agresif jarang terjadi. Misalnya, kelompok kerbau baru dibiarkan masuk kubangan kelompok kerbau lain atau minum dari sumber air kelompok kerbau lain.

Kerbau merupakan hewan yang agak tumpul dan lamban. Mereka perlu waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan kegiatan baru. Namun demikian, kerbau mudah stres dan bisa jadi sangat gelisah bila menghadapi situasi baru.

Kerbau lebih suka merumput dan hanya meramban bila pakan sangat langka. Biasanya, kerbau merumput pada siang hari. Kalau temperatur lingkungan sangat tinggi, merumput dilakukan di pagi hari dan sore hari dan kadang-kadang pada malam hari.

Kerbau merumput lebih banyak dan lebih baik daripada sapi. Karena itu, kerbau mengonsumsi lebih banyak pakan dan gizi per kg berat badan daripada sapi.

Anak kerbau yang baru lahir menyusu pada induknya dalam waktu dua jam setelah lahir. Frekwensi menyusu normal sekitar 6 sampai 8 kali per hari. Anak kerbau mulai belajar menggigit rumput pada umur 3 sampai 4 minggu walaupun mereka belum benar-benar merumput. Setelah anak kerbau berumur dua bulan, pakan hijauan mulai jadi lebih penting daripada sebelumnya dan sebagian besar asupan zat gizi berasal dari pakan hijauan ketimbang susu induknya. Penyapihan alami anak kerbau biasanya berlangsung selama setahun atau sebelum induknya melahirkan anak lagi.

Berkubang dilakukan dengan dua tujuan; yang pertama adalah untuk menyejukkan badan, yang kedua adalah melindungi diri dari serangga. Berkubang pada siang hari dilakukan pada jam-jam terpanas. Berkubang pada malam hari merupakan cara kerbau melindungi diri dari serangga.

Kerbau memiliki sedikit kelenjar keringat dan kulit gelap yang menyulitkan mereka menjaga suhu tubuh di lingkungan yang panas dan lembab. Berkubang merupakan cara yang sangat penting bagi kerbau untuk menjaga suhu tubuhnya.

Ketika kerbau masuk air, mereka membuang kotoran dan/atau kencing. Ini nampaknya cara mereka menandai kubangan mereka.

Perilaku berkubang merupakan perilaku yang dipelajari. Kerbau yang tidak pernah berkubang sejak lahir bersama kerbau lain tidak akan berkubang sendiri. Mengajari kerbau berkubang hampir mustahil bagi manusia. Kerbau harus belajar berkubang dari kerbau lain. Namun demikian, kerbau dewasa akan sangat curiga dan tidak akan berkubang sendiri.

Kalau tidak ada kubangan lumpur atau air, kerbau berperilaku seperti sapi. Mereka akan mencari tempat yang teduh dan merumput lebih banyak pada jam sejuk dan lebih sedikit pada jam panas.

Cara berkomunikasi terpenting di antara kerbau adalah melalui bau. Kerbau saling mengenal dengan saling mencium baunya. Bau digunakan saat menandai suatu wilayah. Kerbau akan menggesekkan badannya ke pohon untuk meninggalkan bau dan mereka membuang kotoran untuk menandai wilayahnya.

Komunikasi suara sangat penting dengan anak kerbau. Ada komunikasi suara bersahabat dan juga komunikasi suara bermusuhan.

Sikap badan sangat penting saat menentukan kedudukan dan kekuasaan. Kerbau yang mengancam akan menundukkan dan menggoyang kepalanya.

Kerbau jantan dan betina hidup dalam kelompok yang terpisah. Mereka akan berkumpul pada awal musim hujan untuk kawin. Kerbau jantan dewasa dapat mendeteksi kerbau dewasa betina yang sedang birahi melalui baunya dan menemukan kampnya. Ada masa pemanasan sebelum perkawinan berlangsung. Masa ini berlangsung 1 hingga 3 hari dan memungkinkan kedua pasang kerbau ini saling mengenal.

Kerbau jantan dewasa tidak akan meninggalkan kerbau betina dewasa yang sedang birahi dan dia tidak akan membiarkan kerbau jantan dewasa lain mendekati pasangannya. Hanya kerbau jantan dewasa yang paling berkuasa yang akan kawin.

Terdapat ikatan yang sangat kuat antara induk kerbau dan anak kerbau. Kalau anaknya jantan, ikatan ini bertahan selama 2 hingga 3 tahun. Setelah itu, anak kerbau diusir dari klannya. Kalau anaknya betina, ikatan tersebut berlangsung seumur hidup.

Tidak lama sebelum melahirkan, induk kerbau memisahkan diri untuk melahirkan sendiri. Dalam waktu 30 menit setelah anak lahir semua anggota klan ?memeriksa? anak kerbau yang baru lahir tersebut dan menyentuhnya dengan hidungnya. Hampir semua anggota kelompok menjalani pemeriksaan seperti ini. Pemeriksaan ini nampaknya berfungsi sebagai perkenalan dengan kerbau yang baru lahir. Pemeriksaan ini juga memudahkan adopsi anak kerbau tersebut kalau induknya mati. Adopsi selalu terjadi di antara para kerbau meskipun hal ini jarang terlihat pada spesies hewan lain.

Anak kerbau berjalan bersama induknya setelah mampu berdiri. Perilaku ini berbeda dengan sapi di mana induk sapi meninggalkan anaknya untuk merumput. Pengasuhan anak kerbau biasa dilakukan kerbau dewasa. Anak-anak kerbau dititipkan kepada seekor ?kerbau pengasuh? yang biasanya kerbau betina. Kerbau-kerbau betina lainnya pergi merumput dan meninggalkan anak-anaknya. Kalau ada ancaman terhadap anak-anak kerbau tersebut, anak-anak kerbau ini akan berteriak dan induk-induknya akan segera datang memberikan bantuan.

Referensi:
http://www.milkproduction.com/Library/Articles/Buffalo_Milk_Production_Chapter_1_Introduction_to_buffaloes.htm

Peluang Agrobisnis Peternakan Kerbau

Dibandingkan dengan sapi, kerbau memiliki beberapa keunggulan. Hewan ini tergolong hewan ternak yang sederhana, mudah dipelihara, mudah beradaptasi, dan dapat digunakan untuk membajak sawah dan alat angkutan. Kerbau dapat hidup di daerah rawa, daerah bercurah hujan tinggi, dan daerah yang kering.

Kerbau juga mampu memanfaatkan pakan bermutu rendah seperti rumput kering dengan kadar nutrisi rendah dan serat kasar tinggi. Selain itu, kerbau juga mampu menyesuaikan diri terhadap tekanan dan perubahan lingkungan yang ekstrim. Misalnya, kerbau bisa hidup dengan baik meskipun terjadi perubahan suhu dan vegetasi padang rumput.

Kalau peranakan sapi impor mampu mencapai berat badan hidup 450 kg atau lebih dan karkas 45 hingga 60%, kerbau mampu mencapai berat badan hidup yang tidak terlalu jauh dengan sapi. Kerbau dewasa lokal dapat mencapai bobot 366 hingga 800 kg dan karkas berkisar 32 hingga 44 persen. Biasanya, kerbau dewasa jantan berumur dua tahun sudah mencapai bobot hidup 410 kg dan kerbau dewasa betina 367 kg.

Sebenarnya, kerbau sudah sangat dikenal karena sudah lama diternakkan oleh masyarakat pedesaan. Namun demikian, peternakan kerbau ini umumnya dilakukan dengan cara tradisional dan subsistensial. Belum banyak peternak yang memelihara kerbau dengan metode peternakan modern dan komersial meskipun peluang pasarnya sangat besar dan terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan protein hewani.

Dengan kata lain, peluang agrobisnis peternakan kerbau sangat cerah. Selain itu, keuntungan dari peternakan kerbau adalah sebagai berikut:

Peternakan kerbau dapat dilakukan pada lahan yang sempit. Misalnya, peternak dapat memelihara 46 ekor kerbau pada lahan seluas 200 meter persegi.

Kerbau memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.

Kerbau mudah digembalakan karena kerbau suka hidup berkelompok.

Kerbau sudah dapat dikawinkan pada umur 15 sampai 18 bulan, dan pada umur 27 hingga 28 bulan sudah beranak pertama dan selanjutnya beranak setiap tahun. Dengan demikian, pada umur 3 tahun 4 bulan, kerbau betina dapat beranak dua kali. Dalam waktu 25 tahun, seekor kerbau betina mampu melahirkan anak 20 ekor.

Selain menghasilkan daging dan susu, kerbau juga menghasilkan kulit, tulang, dan tanduk yang dapat digunakan untuk keperluan industri sepatu, kerajinan, tas, ukiran, dll.

Kotoran kerbau dapat dimanfaatkan untuk pupuk pertanian. Setiap ekor kerbau dewasa dapat menghasilkan 3,2 hingga 4 ton pupuk per tahun.

Daging dan susu kerbau merupakan sumber protein bernilai gizi tinggi. Keju mozarela yang lezat dan sangat terkenal di dunia terbuat dari susu kerbau. Begitu pula, dadih yang terbuat dari susu kerbau telah lama diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Sumatera Barat. Produk fermentasi susu ini tidak kalah gizi dan manfaatnya dengan produk fermentasi susu modern seperti yogurt.

Kerbau dapat menerima pakan dari berbagai jenis limbah pertanian.

Berdasarkan uraian di atas jelas sekali bahwa peluang agrobisnis peternakan kerbau sangat menguntungkan. Namun demikian, mungkin masih ada peternak yang beranggapan bahwa daging kerbau lebih rendah mutunya dibandingkan dengan daging sapi. Sebenarnya, anggapan ini keliru. Tentu saja, mutu daging kerbau rendah karena biasanya kerbau dipotong setelah tidak kuat lagi membajak sawah. Dengan kata lain, kerbau ini dipotong setelah berusia tua.

Sebenarnya, sapi dan kerbau memiliki mutu daging yang relatif sama pada kondisi yang setara. Hal ini telah dibuktikan oleh Zakariev dalam Sumoprastowo (2003:63). Penelitian ini menyimpulkan bahwa daging sapi dan kerbau sama lezatnya. Perbedaannya adalah daging kerbau berwarna lebih merah dibandingkan dengan daging sapi. Serat daging kerbau lebih kasar, lemaknya berwarna putih, dan bila diraba lemaknya melekat pada jari. Bahkan, Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia dalam Cahyono (2010:16) membuktikan bahwa kadar lemak daging kerbau sangat jauh lebih rendah (0,5 g) daripada daging sapi (22 g).

Sebagai penutup, jangan lagi kita menganaktirikan kerbau di dunia peternakan. Kenyataannya, kerbau memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sapi. Karena itu, mari kita beternak kerbau. Bagi yang punya uang tapi tidak ada lahan, jalin kerja sama dengan petani di pedesaan yang memiliki lahan namun tidak punya uang untuk membeli bibit kerbau. Bagi yang belum punya uang, mulailah menabung dari sekarang untuk membeli bibit kerbau. Tabungan ini bisa berupa tabungan uang tunai atau juga tabungan berupa ternak sapi atau kambing. Kalau belum mampu beternak kambing, cobalah beternak ayam atau itik, yang hanya memerlukan modal beberapa puluh atau ratus ribu rupiah saja.

Referensi:
Sumoprastowo, R.M. 2003. Penggemukan Sapi & Kerbau. Jakarta: Penerbit Papas Sinar Sinanti.

Cahyono, Bambang. 2010. Sukses Beternak Sapi & Kerbau. Jakarta: Pustaka Mina.

Senin, 22 Maret 2010

Perbedaan Kerbau dan Bison

Mungkin karena penampilannya yang mirip dengan kerbau yang banyak terdapat di Asia dan Afrika, para pendatang Eropa yang pertama kali melihat bison di benua Amerika mennyebut bison sebagai kerbau. Sayangnya, kesalahan penyebutan nama hewan ini sudah terlanjur memasyarakat sehingga para pakar hewan dan bahkan pemerintah sekalipun tidak mampu mengubahnya. Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat tetap menyebut bison sebagai kerbau.

Bison adalah hewan asli Amerika Utara dari genus dan spesies Bison bison. Walaupun bison dan kerbau termasuk dalam famili yang sama, yaitu Bovidae, keduanya merupakan hewan yang jelas berbeda. Kerbau yang sesungguhnya, yaitu kerbau Afrika atau kerbau Cape (Syncerus caffer) dan kerbau Asia (Bubalus bubalis, dari famili Bovidae) adalah hewan asli Afrika dan Asia dan tidak saling berkaitan erat. Keju mozzarella di bufala, yaitu keju kerbau yang lezat, terbuat dari susu kerbau Asia, yang dibawa ke Italia dari Asia pada tahun 1400-an.

Di dalam genus bison terdapat dua subspesies bison di Amerika Utara, yaitu bison padang rumput (terutama di Amerika Serikat dan Kanada) dan bison hutan (terutama di Kanada). Ada juga bison Eropa, yang nama ilmiahnya Bison bonasus, yang dinamakan wisen, yang hidup di kawasan Kaukasus Rusia dan di Polandia di hutan Bielowesz.

Bison merupakan mamalia darat terbesar yang hidup liar di Amerika Utara sejak akhir Zaman Es. Bison adalah keturunan hewan purba yang melintasi jembatan tanah Selat Bering sekitar 300.000 tahun yang lalu. Para pakar sejarah memperkirakan bahwa para penjelajah pertama Eropa yang pertama kali menemukan spesies hewan Amerika Utara itu menyamakan bison yang belum dikenal dengan kerbau Afrika dan Asia yang sudah mereka kenal. Meskipun salah kaprah, istilah ?kerbau? digunakan untuk menyebut ?bison? sejak saat itu dan sudah memasyarakat dalam budaya dan bahasa Amerika. Namun demikian, hal ini tidak membuat istilah tersebut jadi benar!

Bison jauh lebih pintar dan lebih menarik daripada kerbau. Bison bukan hewan ternak tapi merupakan hewan liar yang tidak dapat dijinakkan. Karena itu, bison lebih sulit ditangkap dan lebih kuat daripada kerbau. Meskipun pundaknya besar, bison sangat gesit dan dianggap sama gesitnya dengan kambing. Bison dapat melompati pagar yang tidak dapat dilompati kambing, sapi, atau pun kerbau, dan bila terkejut bison melompati bison lain untuk melarikan diri.

Sebagaimana kerbau, bison adalah herbivora dan memakan rumput. Metode produksinya mirip dengan kerbau, tapi penggunaan hormon pertumbuhan dilarang pada bison. Selain itu, bison umumnya tidak dikebiri karena pertumbuhan bison lebih lambat daripada kerbau; pengebirian bison akan menghambat produksi daging.

Sekarang terdapat sekitar 350.000 ekor bison di Amerika Serikat; sekitar 40.000 ekor disembelih setiap tahun untuk dikonsumsi. Sebagian besar bison tersebut terdapat di berbagai ranch komersial. Sebagai perbandingan, sekitar 125.000 ekor sapi dijual ke pasar setiap hari di Amerika Serikat saja.

Selama beberapa puluh tahun terakhir, usaha mendapatkan daging yang lezat dan sehat bagi jantung telah mendorong peternakan komersial bison, yang menyebabkan peningkatan kembali populasi hewan ini.

Referensi:
http://www.thenibble.com/REVIEWS/main/meats/beef/bison.asp

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes